Rencana Napak Tilas ini akan dimulai dari Kantor Arema, Jalan Kertanegara. Mengarah ke selatan melewati Alun-alun Merdeka, acara tersebut akan menuju ke selatan melewati Kacuk, Pakisaji, dan menuju Kepanjen. Setelah itu, perjalanan akan berlanjut ke timur, ke Gondanglegi, Talok, dan ke selatan ke arah Sumbermanjing Wetan. Rombongan Napak Tilas, akan berhenti di Harjokuncaran, tepatnya di Lapangan Harjokuncaran.
“Rencana awal dari Panpel Arema, rutenya seperti itu. Tetapi Jumat (17/3), kami akan berkordinasi dengan kepolisian dan Aremania, terkait kepastian rute yang akan dilalui Napak Tilas Arema Juara,” ujar Ketua Panpel Arema, Abdul Harris.
Menurut dia, adanya rencana Napak Tilas ini sekaligus menyalurkan keinginan Aremania, yang masih ingin menikmati atmosfir juara Piala Presiden 2017. Keberhasilan anak asuh Aji Santoso merebut gelar pramusim, dengan status yang tidak begitu diunggulkan sebelumnya, membuat Aremania berhasrat besar untuk menikmatinya dengan konvoi.
“Saat arak-arakan Selasa (14/3) lalu masih banyak Aremania yang tidak bisa ikut. Makanya, kami dari manajemen membuat rencana itu untuk memenuhi keinginan mereka juga dan membuat suasana jalan di Malang lebih kondusif,” ungkap dia.
Hal itu, berkaca dengan kejadian musim lalu. Saat Arema mendapatkan trofi Piala Bhayangkara 2016, beberapa hari Aremania menggelar konvoi tidak resmi di jalanan Malang Raya. Banyak yang mengeluhkan hal itu, karena euforia Aremania berlangsung berhari-hari sampai akhirnya manajemen mengumumkan akan menggelar kegiatan Napak Tilas sebagai helatan resmi Arema.
“Tahun ini kami antisipasi juga. Sehingga, Aremania tidak melakukan konvoi di luar acara Minggu nanti. Waktu arak-arakan kemarin, mereka juga tertib langsung buyar begitu acara selesai. Kami inginkan yang seperti itu,” tambah pria yang juga Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut.
Menurut dia, usai juara Piala Presiden 2017 lalu, minim keluhan dari masyarakat. Sebab, manajemen sudah mengumumkan akan adanya acara arak-arakan dan Napak Tilas yang resmi digelar oleh Arema.
Sementara itu, dia mengakui, jika acara Napak Tilas Arema Juara dengan menuju tempat finish di Sumbermanjing Wetan tersebut, sekaligus memenuhi permintaan dari salah satu korwil Aremania, yakni Aremania Sumawe.
“Kebetulan, korwil Sumawe juga menggelar HUT. Ketika kami pertimbangkan untuk mengombinasikan acara manajemen, akhirnya kami sepakat menggelar Napak Tilas dengan tujuan finish ke lapangan di Harjokuncaran,” urai dia panjang lebar.
Dia memastikan, meski acara akan berlangsung di jalur sempit di kawasan Malang Selatan, manajemen klub, presiden klub bahkan perwakilan pemain akan datang. Sedangkan untuk konsep acara sudah diatur pula oleh Korwil Sumawe.
“Pastinya dengan adanya hiburan dan serangkaian acara untuk merayakan kemenangan akan membuat acara semakin meriah.Band Can A Rock akan terlibat penyambutan tropi beserta pemain, juga sambutan dari presiden klub Arema,” tambah dia.
Sementara itu, Media Officer Arema, Sudarmaji menuturkan, Napak Tilas Arema Juara ini ingin mengulang acara yang sukses di tahun lalu. Sebab, acara tersebut juga sebagai sosialisasi kepada Aremania untuk mengajarkan budaya tertib lalu lintas di kalangan suporter.
Beberapa gambaran teknis dan imbauan juga telah disiapkan demi menjaga keamanan dan ketertiban agar acara napak tilas berjalan lancar.”Peserta napak tilas akan diberi sticker. Kita juga akan memberikan batasan jam untuk acara ini mengingat puncak acara ada di selatan Kota Malang,” paparnya.
Imbauan safety riding ini dengan tegas disampaikan kepada Aremania yang akan ikut serta dalam acara napak tilas. Seperti wajib berhelm, dilarang berboncengan tiga dan tidak membawa bendera berukuran raksasa yang membahayakan pengendara lainnya.
“Diharapkan seluruh Aremania datang tepat waktu dan sesuai aturan. Kalau tahun lalu sukses, sekarang juga harus lebih baik,” tandasnya
Semoga Tidak Ada Halangan Ker
Tamales Eros Nawak Met Rehat