
MALANG KOTA – Di sisi lain, para sopir angkutan kota kembali melakukan aksi mogok kemarin. Kondisi ini membuat ribuan calon penumpang telantar di sejumlah titik. Nah, karena banyak calon penumpang telantar, muncul solidaritas dari lintas komunitas yang menjadi relawan ojek gratis. Ratusan warga secara sukarela membantu penumpang yang keleleran dengan mengantarkan mereka secara gratis ke tempat tujuan.
Tujuan relawan ojek gratis ini untuk mengantarkan warga, terutama pelajar yang hendak pulang sekolah. Relawan ojek gratis ini memiliki anggota yang beragam. Ada yang warga biasa, komunitas anak motor, dan berbagai komunitas lainnya yang tergabung dalam Facebook grup Komunitas Peduli Malang.
Mereka mulai tergerak kemarin, sekitar pukul 13.00. Relawan lintas komunitas itu berkumpul di Digital Lounge (DiLo) Kayutangan untuk berkoordinasi dan juga memasang tulisan ”Relawan” di selembar kertas HVS yang dipasang di muka motor atau mobil.
Salah satu relawan, Aji Dharma, menjelaskan, aksi ini diawali oleh ide dan posting-an yang diusulkan salah satu anggota relawan di grup Facebook Tilang Malang Galih Romli. ”Dia bilang akan menggratiskan ojeknya hari ini (kemarin), menolong anak sekolah yang susah dapat angkot. Ide itu akhirnya kami ikuti dan berbagai macam komunitas tergabung dalam aksi ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dalam aksi ini, penumpang sama sekali tidak dipungut biaya. Jika ingin menggunakan layanan ini, cukup memesan dari grup Facebook. ”Gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Niat kami murni untuk membantu,” tegas dia.
Rico Debbie, relawan lain, mengungkapkan, karena banyak yang mendaftar menjadi relawan akhirnya dibagi menjadi tim-tim kecil. Tim itu disebar di berbagai titik yang diperkirakan banyak membutuhkan bantuan.
”Ada yang nunggu di depan sekolah-sekolah. Seperti saya dan beberapa teman tadi (kemarin) di depan SMAN 7 Malang, ada juga di SMPN 20, dan banyak sekolah lainnya. Kami kasihan, mereka sama seperti anak-anak kami sendiri,” ujar Rico.
Meski awalnya menyasar pelajar, tapi para relawan juga mengantarkan penumpang yang biasa ke titik-titik kumpul tempat armada gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, polisi, dan TNI di sejumlah titik keramaian.
”Saya tadi (kemarin) sempat mengantar ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan Arjosari. Awalnya tahu dari Facebook, akhirnya gabung karena ingin bersolidaritas,” ujar Rully Novianto, relawan ojek gratis. ”Tapi sekarang agak landai dulu. Sebab ada intimidasi, ada yang dilempari batu karena dianggap ojek online. Tulisan relawannya mungkin tidak terbaca,” ujar Rully.